9 Jenis Sapi Pedaging Unggulan – Dagingnya Banyak dan Berkualitas

Sapi Pedaging Unggulan

Blograkyat.com – Sapi pedaging merupakan hewan yang umum untuk diternakkan di Indonesia. Hewan ternak dengan dagingnya yang banyak ini bisa diolah menjadi berbagai macam olahan masakan yang biasa disajikan di restoran, rumah makan atau menjadi makanan siap saji seperti makanan kaleng atau sosis. Begitu pula, sapi termasuk dalam hewan yang dapat dijadikan hewan qurban bagi umat muslim. Di sisi lain, sapi dianggap suci bagi umat Hindu sehingga mereka melarang pengonsumsiannya karena dianggap sebagai hewan suci karena menjadi tunggangan dari Dewa Brahma.

Karena dalam berternak sapi memerlukan pengetahuan mengenai jenis-jenis sapi unggul, maka dalam tulisan ini akan kami paparkan 9 Jenis Sapi Pedaging Unggulan dengan Dagingnya yang Banyak dan Berkualitas. Ini dia daftarnya:

Daftar Isi

  1. Sapi Madura
  2. Sapi Bali
  3. Sapi Ongole
  4. Sapi Brahman
  5. Sapi Hereford
  6. Sapi Aberdeen Angus
  7. Sapi Shorthorn
  8. Sapi Charolais
  9. Sapi Santa Gertrudis
  1. Sapi Pedaging Madura

sapi madura
Asal mula sapi Madura adalah dari persilangan antara sapi Zebu (Bos Indicus) dan banteng (Bos Sondaicus).

Ciri-ciri sapi madura adalah sebagai berikut: berwarna coklat dan merah tua, berpunuk kecil, tanduk melengkung setengah bulat dengan ujung menuju ke depan. Untuk urusan berat, berat badan pejantan ini bisa mencapai 300 kg dan yang betina bisa mencapai 150-200 Kg. Sedangkan tingginya rata-rata 118 cm.

  1. Sapi  Pedaging Bali

sapi bali
Asal mula sapi Bali berasal dari banteng (Bos Sondaicus) yang telah  dijinakkan. Di pulau Bali, jenis sapi ini diternakkan secara murni.

Adapun ciri-ciri sapi bali adalah bentuknya seperti banteng namun lebih kecil. Waktu masih muda (pedet) warnanya merah bata daan warna yang jantan berubah menjadi hitam, sedang yang betina tidak berubah. Lalu, keempat kaki bagian bawah dan pantat berwarna putih. Birahi pertama yang betina kurang umur 1 tahun dan yang jantan 1.75 tahun. Rentang berat badan sapi ini biasanya antara 250-400kg dan tinggi rata-rata 130 m. Dan terakhir, persentase potongan bisa mencapai 56.9%.

Selain sapi Madura dan sapi Bali masih ada jenis sapi yang diberi nama daerahnya, misal: sapi Jawa, sapi Sumatra, dan lain-lain. Sapi tersebut biasanya hasil persilangan antara sapi Zebu dengan banteng.

  1. Sapi Pedaging Ongole

Sapi Pedaging
Sapi Ongole berasal dari India.

Sapi ongole memiliki ciri-ciri warna kulit putih atau kehitam-hitaman, leher pendek, punggung besar, dan panjang, mata besar dan tenang, kulit sekitar mata kurang lebih 1 cm berwarna hitam, tanduk pada yang betina realtif lebih panjang daripada yang jantan. Tinggi badan yang jantan 140-160 cm dan yang betina lebih pendek yaitu 130-140 cm. Berat badan yang jantan bisa mencapai 600 kg sedangkan betina bisa meencapai 400 kg.

  1. Sapi Pedaging Brahman

sapi brahman
Sapi Brahman berasal dari India. Ia masih tergolong sapi Zebu dilihat dari jenisnya.

Ciri-cirinya sapi ini adalah warna bulu putih keabu-abuan dan juga terdapat warna merah, punuk besar telinga menggantung. Terdapat kulit gelambir mulai rahang bawah sampai bagian ujung dada bagian depan. Hebatnya, sapi Brahman tahan terhadap hawa panas, gigitan lalat, nyamuk, dan ectoparasit lainnya. Dan ia mampu beradaptasi terhadap makanan yang sederhana cukup baik serta mempunyai daya aklimitasi yang baik pula, daya tahan tubuh cukup tinggi.

  1. Sapi Hereford

hereford
Sapi Hereford berasal dari Inggris. Sapi ini memiliki ciri-ciri berwarna merah dengan warna putih pada bagian muka, dada, perut bawah, kaki, dan ujung ekor. Tubuhnya rendah, lebar, tidak berpunuk, urat daging padat, dan tegap. Berat badan yang jantan bisa mencapai 1.000 kg dan yang betina dapat mencapai 750 kg.

Di Indonesia, jenis sapi ini sudah diperkenalkan dalam bentuk mani beku dan dikawin suntikkan dengan sapi-sapi pedaging Indonesia

  1. Sapi Aberdeen Angus

sapi aberdeen
Sapi Aberdeen Angus berasal dari Skotlandia.Ia memiliki ciri-ciri berwarna hitam, tubuh padat, rata, dan lebar, dan tidak bertanduk. Sapi ini kurang cocok diberi makan hanya dengan rumput, dan harus dibarengi dengan konsentrat. Berat badan yang jantan dewasa mencapai 800-1.000 kg, sedangkan yang betina bisa mencapai 500-750 kg. Di Indonesia, sapi ini mulai dikenal sejak tahun 1974 melalui Selandia Baru.

  1. Sapi Shorthorn

Sapi Shorthorn
Sapi Shorthorn berasal dari Inggris. Ia memiliki ciri-ciri berwarna merah, putih, kombinasi antar keduanya atau justru berwarna merah agak kelabu. Tubuhnya besar dan padat. Sapi ini dikenal bisa menurunkan sifat baik terhadap keturunannya serta sanggup untuk beradaptasi pada iklim yang berbeda-beda.

Adapun berat badan sapi ini yang jantan  bisa mencapai kira-kira 900-1.000 kg dan yang betina 700-800 kg.

  1. Sapi Charolais

charolais
Sapi Charolais berasal dari Perancis. Sapi ini ada yang berwarna krem, kuning muda, atau putih. Pertambahan bobot badan sangat cepat yaitu antara 1.32 – 1.68 Kg per hari. Sapi Charolais merupakan jenis sapi terbesar di Perancis.

Di Indonesia, sapi ini diperkenalkan melalui mani beku dan disilangkan dengan sapi Indonesia.

  1. Sapi Santa Gertrudis

santa gertrudis
Sapi Santa Gertrudis berasal dari Texas, Amerika Serikat. Sapi ini merupakan persilangan antara sapi Brahman jantan dengan Shorthorn betina dengan perbandingan genetik 3/8 Brahman dan 5/8 Shorthorn.

Sapi ini masuk ke Indonesia dari Australia tahun 1973 melalui impor mani beku dan diinseminasikan dengan Sapi Indonesia.

Ciri-ciri sapi Santa Gertrudis berwarna merah tua atau merah tanah pada semua tubuhnya. Ia memiliki tanduk dan telinga yang kadang-kadang rebah. Jantan dari jenis sapi ini memiliki punuk kecil di atas leher. Sapi ini cocok hidup di daerah subtropis dan bisa bertahan di daerah yang tidak begitu subur. Selain itu, ia dapat menyesuaikan dengan iklim panas serta tahan terhadap serangga.

Berat pejantan sapi Santa Gertrudis dapat mencapai 900 kg dan betinanya bisa mencapai 700 kg.

Beternak sapi menjadi bisnis dengan prospek cerah dengan didukung pengetahuan dalam berternak yang baik. Bahkan berternak sapi tidak harus dilakukan dalam skala besar. Dalam skala kecil, berternak sapi dapat dilakukan dan menguntungkan. Dengan pengelolaan yang baik, pengetahuan yang benar dan keuletan dalam berternak, peternak bisa meningkatkan populasi dan mutu ternaknya, mendapatkan keuntungan sehingga peternak mampu me dari skala kecil menjadi skala besar.

Demikian 9 Jenis Sapi Pedaging Unggulan. Semoga bisa menjadi inspirasi teman-teman sekalian ya.

 

Buku Tentang Cara Memelihara Ikan Koi

Leave a Reply

Your email address will not be published.