Login

Pisah Ranjang dan Patah Hati

engkau mengatur hatiku di atas rak
terlalu tinggi untuk aku jangkau
jadi aku tidak bisa menurunkannya sendiri
oleh karena itu, tolong bantu aku

dengarkan pikiran yang engkau tinggalkan tak terucapkan
sumpah, aku hampir bisa membaca pikiranmu
ekspresi mengkhianati apa yang ada di kepalamu
untuk tidak membaca wajahmu harus buta

sampai ke penerimaan yang enggan
di sisi dingin bahumu
bahwa aku harus hidup tanpa kehadiranmu
untuk menemaniku seiring bertambahnya usia

berhubungan dengan seseorang yang baru
tidak terlalu membantu sama sekali
karena aku membandingkan semua orang dengan engkau
membuatnya tidak mungkin jatuh

kepercayaan yang berkarat sedang membusuk
seperti mobil di tempat barang rongsokan yang terlupakan
lubang di jiwaku tercipta karena terkikis
biarkan bagian dalam tubuhku berlubang dan terluka

kalau saja aku bisa menghentikan kesedihan
tutupi telinga tetapi masih menetes masuk
seandainya ada tawa yang bisa aku pinjam
untuk meredam gema suaramu di dalam

aku mencoba melacak penjelasannya
karena mengapa tiba-tiba ada yang salah
peninjauan ke belakang masih tidak melihat indikasi
menunjuk ke arahmu sambil berkata “begitu lama”

suatu saat kita berpelukan erat
berikutnya kita berpisah
kita dengan cepat beralih dari ciuman selamat malam
untuk kemudian pisah ranjang dan patah hati

***
Solo, Minggu, 16 Mei 2021. 10:40 am
‘salam hangat penuh cinta’
Suko Waspodo
suka idea
antologi puisi suko
ilustr: pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published.