Login

Inilah 4 Jenis Virus Penyebab Penyakit Ikan Koi

Jenis Virus Penyakit Ikan Koi

Terdapat 4 jenis penyakit ikan koi yang disebabkan oleh virus yaitu :

1.Koi Herpes Virus (KHV)

Virus KHV

KHV atau Koi Herpes Virus adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dan sangat mudah menular. Sebagaimana diketahui, Koi juga memiliki sistem kekebalan tubuh. Bila terinfeksi virus, Koi akan memberikan perlawanan dengan memproduksi antibodi. Namun demikian, bila Koi dalam keadaan stres, maka kemampuan memproduksi antibodi tidak maksimal, sehingga virus mampu menerobos hingga merusak sel-sel pada organ utama seperti insang dan ginjal.  Insang adalah alat pernafasan Koi.

Bila insang sudah terinfeksi oleh KHV, maka Koi tentu tak akan mampu bertahan hidup lebih lama.

Apakah KHV begitu mematikan?

Penyakit Ikan Koi
Koi mati masal akibat terserang virus KHV

Ya, memang benar-benar sangat ganas dan mengerikan. Bahkan Koi yang telah terinfeksi KHV bisa mati hanya dalam tempo 1 atau 2 hari saja. Oleh sebab itu, penyakit KHV disebut sebagai pembunuh Koi no. 1.

Virus KHV sebagaimana halnya dengan virus influenza pada manusia, bersemayam di dalam tubuh dan tetap menimbulkan bahaya laten yaitu akan menyerang ketika daya tahan tubuh lemah.

Antibodi Menahan Serangan KHV

Pada dasarnya tidak ada obat anti-virus. Namun demikian Koi memiliki sistem kekebalan tubuh yaitu dengan memproduksi antibodi. Antibodi inilah yang kemudian mampu mengatasi serangan virus.

Oleh sebab itu bila kondisi kesehatan Koi anda dalam kondisi prima, maka tak mudah terserang KHV. Hal lain yang bisa dilakukan untuk mencegah serangan KHV adalah dengan melakukan vaksinasi yaitu memasukkan virus KHV yang telah dilemahkan agar Koi mampu memproduksi antibody. Dengan demikian ketika virus KHV menyerang maka Koi telah memiliki imunitas dengan adanya antibodi yang cukup di dalam tubuhnya.

Serangan KHV

Virus KHV akan menyerang pada kondisi tertentu yaitu biasanya pada suhu air antara 18 – 28º C.  Oleh sebab itu ketika datang musim hujan, dimana suhu air rata-rata rendah, maka anda harus lebih waspada akan adanya serangan virus KHV ini. Terlebih lagi bila kondisi kesehatan Koi menurun, atau Koi anda sedang dalam keadaan stres. Hal ini terjadi terutama terjadi pada Koi-Koi yang baru masuk kolam, sangat rentan terhadap serangan KHV.

Gejala  terinfeksi KHV

Penyakit ikan koi
Insang membusuk

Koi yang terserang KHV menunjukkan gejala antara lain :

  • Kedua matanya tampak cekung (celong)
  • Banyak mengeluarkan lendir, kulitnya terasa kesat
  • Berdiam diri, berada dipermukaan air, berenang tak tentu arah.
  • Kehilangan nafsu makan.
  • Nafasnya megap-megap sebab insangnya membusuk.
  • Sebagian kulitnya rusak dan pada sekujur tubuhnya terdapat bercak-bercak merah atau putih

Pada suatu kondisi, Koi yang terinfeksi kadangkala tapak sehat dan sama sekali tidak menunjukkan gejala sakit, namun tiba-tiba keesokan harinya telah mati. Begitulah serangan KHV pada Koi yang sangat cepat dan tak terduga sebelumnya.

Cara Penanganan

  • Segera masukkan ke dalam wadah karantina.
  • Usahakan agar suhu air mencapai 30°-32°C dengan menggunakan heater, sebab virus KHV tidak dapat bekerja efektif pada suhu tinggi (over heating). Hal ini sekaligus untuk memberi kesempatan agar Koi dapat memproduksi antibodi untuk mengatasi serangan virus.
  • Selama berada di dalam bak karantina, Koi jangan diberi pakan untuk menjaga kualitas air agar tetap stabil.
  • Tambahkan obat-obatan untuk mencegah atau mengobati penyakit lain akibat serangan bakteri sekunder.
  • Masa karantina kurang lebih selama 14 hari. Dalam masa itu, bila Koi anda mampu bertahan, maka akan selamat. Jika tidak, maka anda harus bersiap merelakan kepergian Koi anda.

2. CARP EDEMA VIRUS (Penyakit Tidur)

penyakit ikan koi
Penyakit tidur

Penyakit ini menyebabkan perilaku Koi seperti tertidur di dasar kolam, sehingga popular dengan nama Penyakit Tidur (Koi Sleepy Disease). Penyebabnya adalah sejenis virus yang dikenal dengan Carp Edema Virus atau CEV.

Penyakit ini seringkali muncul akibat kualitas air yang memburuk. Tanda-tanda serangan, Koi tiba-tiba menjadi lebih banyak berdiam diri dan terlihat tergeletak di dasar kolam (seperti tertidur) serta kehilangan nafsu makan. Koi dewasa lebih rentan terhadap penyakit ini.
Pada beberapa kasus serangan CEV ini, Koi masih mampu bertahan dalam beberapa hari namun pada wabah yang lebih serius, virus akan menyerang jaringan insang dan membusuk sehingga tingkat kematian Koi lebih tinggi.

Pengobatan

– Gunakan garam ikan dengan dosis 0,3%. Tingkat salinitas dapat ditingkatkan setelah 12 jam menjadi 0,5 %.
– Penggunaan Acriflavine selain garam boleh dilakukan. Setelah Koi menunjukkan perbaikan kondisi, garam harus dihilangkan secara bertahap dengan penggantian air.
– Tingkatkan suhu air secara bertahap (1 derajat setiap hari) s/d maks. 32º C, dapat membantu Koi selama wabah CEV

3. CARP POX (Penyakit Cacar Ikan)

Penyakit Ikan Koi
Carp Pox – Cacar

Carp Pox disebabkan oleh serangan virus yang masih termasuk keluarga Koi Herpes Virus (KHV). Ini adalah penyakit yang menyerang Koi terutama pada temperatur air yang rendah.

Gejala

Tanda-tanda Koi telah terinfeksi virus ini adalah timbulnya semacam gelembung yang menempel di kulit Koi.  Seperti halnya penyakit menular lainnya, virus ini mudah menular kepada Koi lainnya.

Koi yang terinfeksi kadangkala tidak menunjukkan gejala dan hanya bersifat sebagai pembawa penyakit (carrier). Jika ada seekor Koi yang menunjukkan gejala infeksi, maka sesungguhnya seluruh Koi telah tertular, namun tergantung dari kekebalan tubuh masing-masing untuk menangkal infeksi.

Pengobatan

Karena penyebabnya adalah virus herpes, begitu Koi terinfeksi, maka menjadi pembawa penyakit (carrier) seumur hidup. Ini adalah karakteristik dari semua Virus Herpes yang menyimpan partikel virus laten di neuron.

Seperti KHV, tidak ada obat untuk menyembuhkan penyakit ini. Namun demikian, kondisi Koi akan membaik dengan suhu air yang lebih hangat (30-32º C) yang mana membuat virus tidak aktif dan memberi kesempatan kepada Koi untuk meningkatkan sistem kekebalannya dan lapisan kulit yang terinfeksi akan mengelupas lebih cepat.

4. HIKUI – Penyakit ikan

penyakit ikan koi
Hikui

Hikui adalah penyakit yang disebabkan oleh virus, juga dari keluarga Koi Herpes Virus (Cyprinid Herpesvirus 1 / CyHV-1)

Biasanya virus ini menempel pada kulit Koi, khususnya pada pigmen merah (Hi). Seringkali menyerang Koi dari kelompok Gosanke yaitu Kohaku, Sanke, atau Showa. Hikui dapat menyebabkan penyakit kanker jika tak segera disembuhkan.

Gejala

Tanda-tanda Koi terserang penyakit Hikui mirip dengan Carp Pox, yaitu terdapat noda berbentuk bulat berwarna putih kekuningan, khususnya pada kulit Koi yang berwarna merah (Hi). Jika dibiarkan, maka akan menimbulkan luka atau borok akibat infeksi sekunder.

Pengobatan

Karena penyebabnya adalah virus, maka belum ada obatnya. Yang bisa dilakukan adalah merawatnya di dalam wadah karantina, untuk menghindari kondisi yang lebih buruk karena infeksi sekunder.

Perawatan bisa dilakukan sebagaimana pada Koi yang terinfeksi KHV. Jika Koi berhasil sembuh, namun tetap meninggalkan bekas luka sehingga dapat merusak penampilan (pola) pada Koi. Bekas luka bisa saja kembali sembuh seperti sediakala, namun membutuhkan waktu  yang lama.

Untuk pencegahan agar Koi tak terserang penyakit ini adalah dengan cara memelihara kualitas air agar tetap terjaga dengan baik.

Buku Tentang Cara Memelihara Ikan Koi

Leave a Reply

Your email address will not be published.