Salah Sendiri Malah Emosi

angry
sfodan.wordpress.com

Malam itu saya mengirim pesan pendek ke seorang teman, mengabarkan jam setengah sepuluh agar bersiap-siap untuk sebuah janji. Tetapi ketika jam sudah menunjukkan ke angka 21.30 belum ada tanda – tanda teman ini sudah siap.

Dalam hati sudah kesal dan mengomel,”Gimana sih ini orang, kok gak tepat janji? Padahal dia yang butuh, malah saya yang hendak menolong!”

Ketika saya hampir emosi dan siap memberikan omelan, saya tergerak untuk memastikan dengan membaca kembali pesan yang telah saya kirim. Alamak! Apa tidak salah?  Rasanya malah ingin memarahi diri sendiri.

Saat saya menulis pesan pendek di otak sudah tertera angka 21.30, ini di pesan malah tertulis 22.30. Hayo…salah siapa? Ini pasti salah jari saya nih yang salah pendet tidak mengikuti perintah otak.

Begitulah, suka mencari pembenaran. Sudah salah, malah emosi sendiri dan tidak malu membela diri. Seperti yang pernah saya alami.

Kalau ini kebalikannya. Bos yang janji jam sekian mau telepon. Setelah ditunggu – tunggu tidak ada beritanya. Kemudian ketika  diingatkan, malah emosi. Bilang lupa. Kenapa saya tidak mengingatkan secepatnya? Ini namanya dia yang berjanji dan lupa, dia pula yang seenaknya menyalahkan.

Mengingat kejadian ini membuat emosi berganti jadi senyum sendiri. Untuk belum mengomel atau sampai marah – marah. Kalau terjadi, itu namanya mempermalukan diri sendiri.

Pembelajarannya adalah sebelum kita menyalahkan orang lain atas kesalahan yang tidak dilakukan yang bisa menimbulkan kecewa atau malah sakit hati. Alangkah baiknya, mencari – cari lebih dahulu kesalahan pada diri sendiri.

Sebab bisa saja kita sendiri yang melakukan kesalahan yang tanpa kita sadari. Seperti kejadian pesan pendek di atas. Saya ingat betul, otak saya memerintahkan menulis angka 21.30. Terjadi yang tertulis malah 22.30.

Apa penyebabnya saya juga tidak mampu menemukan jawabannya. Ada ketidak-sadaran yang jelas ketika itu. Yang jelas ada kesalahan. Beruntung masih bisa menyadari untuk membaca kembali pesan pendek tersebut, sehingga menemukan fakta ternyata kesalahan itu ada pada diri sendiri.

katedrarajawen@pembelajarandarisebuahperistiwa

Buku Tentang Cara Memelihara Ikan Koi

2 Komen

  1. josephinewinda

    pikunnnnn ?? hihi… :nerd

  2. katedrarajawen

    O oh pikun benaran ya

Leave a Reply

Your email address will not be published.