Lara Demokrasi

Lara Demokrasi.

Paman pestakan anaknya, sepi. Ini buah dari pesta demokrasi. Paman-bibi, tak saling menyapa lagi. Sepupu-sepupu pun berimbas, bermusuhan karena beda pilihan dalam ajang pemilihan partai dan calon legislatif. Seorang yang dianggap sesepuh dari keluarga besar itu berkata: “Kalau begini, lebih baik pesta pemilihan calon legislatif dihapus saja. Karena telah menghancurkan keluarga kita, simbiose-simbiose sudah tak berjalan lagi, semua sudah saling diam, bahkan saling cuek, tak ada lagi kekeluargaan. Semua karena demokrasi”

www.zulfahmi.com
www.zulfahmi.com

Kisah-kisah tragis di hampir penjuru negeri, cerita soal caleg gagal. Sebetulnya, yang gagal adalah demokrasi, memiriskan dan melukakan. Kenapa melukakan? Sebab tiada seorangpun di kampungku siap berdemokrasi, unsur-unsur egoisme masihlah sangat kental, dominan dan dinomorsatukan. Sementara demokrasi itu belajar melenyapkan egoisme.

Baca juga :  Bila

***

Atraksi-atrasksi sok jagoan, sok punya power, diacung-acungkan kemudian dijungkalkan sendiri oleh sesama peserta demokrasi. Trik uang, sirkus amplop, dirian-dirian bangunan, bantuan-bantuan tak ikhlas, telah cukup menjadi tolok ukur demokrasi setengah matang ini. Memiriskan memang, sebab sebuah keluarga di kampungku, puluhan tahun rukun-rukun, semuanya sudah amblas, gontok-gontokan, rongrong-merongrong, caci-mencaci bahkan pemutusan pertalian darah, silaturrahmi yang ambruk. Ada yang merasa sangat menang, ada yang sangat tersudutkan, merasa dilukai.

Sekonyong-konyong, sayapun usulkan sebuah gugatan ke pemerintah sebagai pengelola negara. Bahwa: Sebetulnya ini tanggungjawab negara atas kesengsaraan psikologis, duka sosiologis akibat acara pileg itu. Hemmmmm, sungguh semua telah terjadi kematian kemanusiaan atas nama demokrasi dan saya anti demokrasi jika begini, tutur seorang tokoh adat di kampung lara itu^^^

Baca juga :  Tuhan Diobral

 

Rate this post

Respon (2)

  1. waahh pileg – pilegan..nggak ikutan,..kalau pilek beneran juga paling minum obat biasa sembuh ..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *