Ibu(ku)

puisi Untuk ibu orangtua

mentari masih enggan tersenyum
engkau telah bangunkan kagum
dengkur aku masih mengguruh
sedang engkau bersimbah peluh

berkawan pagi embun dingin
siapkan semua menggapai cita
dalam harum wangi tajin
terbangun aku dalam ceria

hangat surya sapa semesta
dekap engkau damaikan harap
derit timba unggahkan tirta
bersihkan raga dalam sigap

kicau burung riuhkan persada
bingkai petuah baktikan sikap
daun dan bunga segarkan pagi rona
engkau senyum tatap aku bersantap

bergulir musim silih berganti
tak henti cinta tuk buah hati
mengalir masa beranjak senja
hasrat manusiawi tergapai jua

bulan berbinar kadang pudar
jengkerik tak harus jadi gentar
bintang bercahya cerahkan ratri
engkau niscaya hibur aku pasti

kering basah tanah berganti peran
engkau beristirahat dalam nirwana
girang susah aku dalam perjalanan
ingat engkau tuk slalu bijaksana

***
Solo, Hari Ibu, 22 Desember 2012′
‘salam hangat penuh cinta’
Suko Waspodo
www.sukowaspodo.blogspot.com

Sumber Gambar: indra8677.blogspot.com

Buku Tentang Cara Memelihara Ikan Koi

One comment

  1. katedrarajawen

    Ibu yang luar biasa dan selalu istimewa, kalau ibuku selalu mengingatkan untuk jadi jujur apa adanya:)

Leave a Reply

Your email address will not be published.