Ilmu  

Teknologi Baru Mampu Menjelaskan Cara Kerja Otak Kita

mm

ilustr: Learning Mind

Menurut para peneliti, termasuk yang dari The National Institute for Materials Science di Jepang, sistem yang mampu melakukan fungsi seperti otak mungkin efektif dalam memajukan ilmu otak.

Para peneliti telah mengembangkan jaringan seperti otak yang terdiri dari kabel logam ultrasmall, sebuah kemajuan yang dapat mengarah

pada cara-cara baru untuk memahami proses perhitungan otak. Sebagai bagian dari penelitian, yang diterbitkan dalam jurnal Scientific Reports, para peneliti menggunakan jaringan kawat nano logam untuk mensimulasikan aktivitas listrik otak manusia yang unik untuk proses seperti menghafal, belajar, dan melupakan.

Menurut para peneliti, termasuk yang dari The National Institute for Materials Science di Jepang, sistem yang mampu melakukan fungsi seperti otak mungkin efektif dalam memajukan ilmu otak. Sementara komponen otak yang mendasar, seperti neuron dan persimpangan di antara mereka (sinapsis), telah dipelajari secara terperinci, banyak pertanyaan tentang otak sebagai satu kesatuan kolektif yang masih harus dijawab, kata mereka dalam sebuah pernyataan.

Baca juga :  Rahasia Jaring Laba-Laba Terbongkar

Karena otak hidup sulit untuk dimanipulasi dalam penelitian eksperimental, para ilmuwan menambahkan bahwa otak tetap menjadi “organ misterius”.

Untuk mengatasi keterbatasan ini, mereka mengembangkan sistem yang mampu melakukan fungsi seperti otak untuk menyelidiki mekanisme di balik proses kognitif. Menggunakan kawat nano perak yang dilapisi dengan isolasi polimer, para peneliti menciptakan jaringan seperti otak mereka yang kompleks, dengan persimpangan antara dua kawat nano yang membentuk sinaps.

Menurut penelitian tersebut, jaringan kawat nano, yang mengandung sejumlah besar elemen sinaptik yang saling berinteraksi secara rumit, membentuk “jaringan neuromorfik”. Ketika tegangan diterapkan ke jaringan ini, tampaknya “berjuang” untuk menemukan jalur arus optimal – jalur yang paling efisien secara listrik.

Tim peneliti mengukur proses pembentukan jalur saat ini, retensi, dan penonaktifan saat arus listrik mengalir melalui jaringan. Ia menemukan bahwa proses-proses ini selalu berfluktuasi ketika mereka berkembang – dengan cara yang mirip dengan proses menghafal, belajar, dan melupakan otak manusia.

Baca juga :  Jaringan Sintetis dapat Memperbaiki Jantung, Otot, dan Pita Suara

Menurut para ilmuwan, fluktuasi juga menyerupai proses dimana otak menjadi waspada, atau kembali tenang. Karena sejumlah besar elemen sinaptik dalam jaringan secara kolektif bekerja untuk mengoptimalkan transpor saat ini, fungsi-fungsi seperti otak mulai disimulasikan oleh jaringan neuromorfik, kata penelitian itu.

Para ilmuwan menjelaskan ini sebagai hasil dari proses dinamis yang diatur sendiri dan muncul dalam jaringan, mirip dengan fungsi neuron di otak selama tugas kognitif. Berdasarkan temuan ini, para peneliti saat ini mengembangkan perangkat memori seperti otak yang bekerja pada prinsip-prinsip yang berbeda dari yang digunakan pada komputer saat ini.

***
Solo, Jumat, 14 Februari 2020. 11:19 am
‘salam hangat penuh cinta’
Suko Waspodo
suka idea
antologi puisi suko
ilustr: Learning Mind

Rate this post

Respon (2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *