Mengapa Ada Ketidak-puasan Itu?

Mengapa sifat yang tidak pernah puas itu selalu saja ada pada kebanyakan manusia? Kita sendiri contohnya. Coba raba-raba dan periksa hati kita masing-masing. Pasti rasa ketidak-puasan itu ada. Baik yang positif maupun yang negatif.

Tidak pernah puas pada sisi yang positif, misalnya ingin melakukan yang lebih baik lagi dari apa yang dicapai tidaklah masalah. Walau bisa dikatakan bermasalah juga.
Hidup menjadi terbebani. Tidak bisa lepas menikmati hidup dengan nyaman. Itu masalahnya.

Tetapi ketidak-puasan secara umumnya memang tidak baik secara kerohanian. Itu artinya akan menumbuhkan sifat keserakahan dan ketidak-senangan.

Tidak puas dengan apa yang kita miliki yang kemudian menumbuhkan sifat serakah akan membuat kita melakukan apa saja untuk memiliki apa yang belum ada itu.

Baca juga :  Nilai Lebih dari Sikap Sopan

Lihatlah orang-orang yang sudah kaya dengan harta yang tak habis oleh tujuh turunannya masih bisa melakukan hal yang curang untuk menambah kekayaannya. Mengakali pajak misalnya.

Karena ketidak-puasan itu orang kaya pun setiap hari masih bisa stress, sehingga menyesakkan dada.

Akibat ketidak-puasan dapat melahirkan banyak penyakit hati lainnya. Hidup jadi penuh keluh-kesah, kecemburuan membara, sakit hati menyiksa, gampang marah-marah, mudah menyalahkan. Ditambah pikiran picik mengembara, caci-maki dan sumpah serapah berhamburan.

Apakah setelah itu melegakan? Yang ada malah sesak nafas dan hati semakin sakit. Karena tidak mengubah keadaan dengan apa yang dilakukan.

Mengapa semua itu terjadi? Karena kita belum dapat mengendalikan pikiran dan menata hati, sehingga rasa bersyukur dan puas dengan apa yang ada tidak terhadirkan.

Baca juga :  Anjing Tuh Orang

Sejatinya setiap masalah kehidupan itu sudah tersedia obatnya di dalam hati kita. Tetapi kita malahan lebih suka mencari penyakit yang membuat hidup kita semakin tidak nyaman.

Contohnya ya ketidak-puasan ini. Membanding-membandingkan diri dengan orang lain. Padahal kalau saja kita mau duduk tenang berpikir positif dan menyikapi dengan hati yang jujur.

Ketidak-puasan akan menyingkir sendirinya berubah kepuasan dengan keadaan kita saat ini. Hadirlah rasa syukur yang membumbung.

Ada yang tidak puas dengan tulisan ini? Sebenarnya saya sendiri tidak puas. Kenapa baru bisa menulis seperti ini. Huuuu…
Loh???

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *