Mengingkari Janji Sendiri

micecartoon.com
micecartoon.com

Betapa muaknya kita dengan tingkah laku pemimpin dan pejabat kita. Termasuk para calon legislatif ketika berkampanye. Janji-janji surga ditebar demi untuk menarik simpati hati rakyat.

Demikian mudahnya mereka menebar pesona dengan janji pemanis kembang gula. Tapi setelah mereka terpilih, tak butuh waktu lama bagi mereka untuk melupakan janjinya. Marahlah kita. Bahkan sampai teriak-teriak menghujat. Namun kejadian ini berulang kembali, sehingga janji-janji itu selalu ada sampai saat ini. Kata-kata indah itu bertebaran pada musim kampanye dengan senyum mengembang.

Sekarang mari kita menengok kepada prilaku sendiri. Apakah tidak sebelas-dua belas dengan para pejabat atau caleg yang mudah menebar janji dan dengan mudah pula mengingkari?

Baca juga :  BMI Arab Saudi Tertipu Scammer Seratus Juta Lebih

Baiklah kalau masih ada yang bingung dan ragu-ragu. Saya coba berikan sedikit contoh. Saya ini termasuk yang suka menebar janji pada diri sendiri.

Setelah merenungkan perjalanan waktu sehari, saya berjanji akan lebih banyak tersenyum dan memiliki hati yang mengasihi. Tidak mudah marah lagi. Saya camkan dan afirmasi dalam-dalam. Bertekad akan memegang teguh janji ini.

Namun apa yang terjadi selanjutnya? Tidak perlu waktu lama, ketika baru terbangun, hati sudah mulai kesal hanya oleh tingkah seekor kucing. Ya ampun!

Baca juga :  Menjaga Mulut sebagai Gerbang Diri

Begitu membuka pintu kamar hati sudah dibuat kesal dan tak bisa tersenyum. Suara kucing yang cempreng itu membuat saya tak sanggup untuk tersenyum. Saya tahu kucing itu lapar. Saya kasih makan. Eh malah tak mau dimakan karena menunya vegetarian. Dasar kucing jual mahal, semprot saya.

Ya ampun, baru semalam saja waktunya saya sudah ingkar janji untuk lebih banyak tersenyum dan mengasihi. Memalukan sekali ini.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 comments