First Kiss

First-Kiss

 

“Aku ingin mencium mu ‘nit” bisikku.

“Sekarang?” tanya Anita pelan. Ia tak berani menatapku.

“I..i.iya..tepat 1 bulan kita jalan khan?”

Aku merapatkan dudukku pada tubuhnya. Rasanya semakin gerah udara siang ini. Kemeja ku pun mulai basah oleh peluh.

“Pipi saja ya…”

“Bibir ‘nit…” tawarku.

“Pipi saja ‘roy”

“Please ‘nit…”

Aku genggam jemari Anita. Detak jantung berpacu cepat.

“Sebentar aja ‘nit..”

Anita menarik nafas panjang. Keringat mengalir di lehernya. Telapak tangannya terasa dingin. Lalu ia mengangguk dan menutup mata.

Baca juga :  Tak Kulihat Rembulan

Aku segera meraih wajah Anita yang mulai memerah. Dadaku meletup-letup tak karuan. Ujung Kemaluan ku rasanya mulai basah. Perlahan aku arahkan mulutku ke bibir tipis Anita. Semesta serasa mati saat kupejam mataku. Semakin sangat dekat sampai rasa hangat deru nafas Anita bisa kurasakan. Ini Akan menjadi momen bersejarah buatku. Pertama kali mencium bibir wanita.

“Hei…kalian berdua!”

Aku terkejut dan terjengkang mendengar hardikan yang sangat keras dan tiba-tiba itu.Itu jelas suara pak Dibyo kepala sekolah. Ia berdiri tepat dibelakang kami sambil berkacak pinggang.

Baca juga :  Mewujudkan Karya Sastra Indah

Anita berdiri dan cepat-cepat berlari sembari menutup wajahnya. Buku-buku yang tadi ada dipangkuannya pun berserakan. Aku ditinggal sendirian. Badanku bak kesetrum, gemeteran. Keringat dingin seketika keluar dari pori-pori tubuhku.

“Kamu ini siswa kelas 8 A khan?” tanya pak Dibyo keras sambil memerintah. “sana cepat ke ruang BP!”

******

sumber foto: www.babble.com

Rate this post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *