Puisi  

Aku, Hujan dan Impianku

sumber gambar : ilalang.28bl

Bila aku tak mampu lagi berucap

Tentang yang terpatri di relung hati

Aku memilih diam, senyap

Dengan harapan kau akan mengerti

 

Andai rasaku mengusik jiwamu

Seperti bisikanku pada buulir-bulir hujan

Sendu, semendung warna langit kelabu

Gelap, tak lagi transparan

 

Aku memang tak pernah menyukai hujan

S’bab, hujan mengingatku akan engkau

Terngiang janjimu, tuk temani aku memburai air hujan

Hanya sebuah janji, itu dulu…

 

Aku, Sang Pembenci Hujan

Tak peduli pentingnya hujan bagi para petani

Baca juga :  Brindil Kemayu

Juga sejuta harap daun-daun  meranggas

Irama air yang jatuh, bagai jeritan tak bertepi

 

Ingin rasanya kutulis dan bentangkan menghadap langit

Tentang rasa tak sukaku

Tentang keinginanku, harapku

Dan tentang impianku bersamamu

*****

Tangerang, 18 Nopember 2013

 

 

 

 

 

 

 

 

Rate this post

Respon (5)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *