Mahasiswi Seksi

komunikasiperjuangan.com
komunikasiperjuangan.com

INILAH perjalanan komunikasi, travel informasi dan style berbicara. Takkan ada manusia statis, itu teorinya. Tiada orang yang anti-dinamika. Itu juga sabda alam. Nyaris seluruh dosen, mengeluh atas gaya SMS mahasiswa. So bukan hanya mengeluh tentang perkara seksi-seksinya mahasiswi dalam berbusana, yang berani ekhibisi aurat di depan publik. Pun telah diapresiatif, biasa dan normal. Dunia makin meringkik, timur-barat telah homogen. Ini sukses industri globalisasi, produk budaya telah disamakan, tanpa sengaja atau sengaja. Dibuat-buat ataukah latah. Bukan soal latah atau bukan, kita tak perlu tau penyebab tragedi budaya itu. Pastinya, segalanya telah bergeser jauh, terlampaui titian norma, terlompati dari jembatan-jembatan kebiasaan -mestinya tak berubah- yang rela tak rela mesti juga diterima. Itu konsekuensi kolektif, risiko bersama sebagai konsumen industri komunikasi dunia bernama handphone, komputer dan perangkat lainnya.

Baca juga :  Seks..Seks...Seks...

Dan dekade terkini, didaulat sebagai masa komunikasi canggih. Beberap dosen berkeluh kesah atas teknik SMS, BBM, call yang dilakukan oleh mahasiswa-mahasiswi kepada dosen pembimbing, dosen penguji dan dosen apalah namanya. Saat mahasiswa-mahasiswi menelpon di jam tidur (tengah malam), dosen menilai: Ini kurang ajar namanya. Lalu, tak sedikitkah autokritik bahwa yang ajar mereka selama ini siapa?

Berlanjut pada gaya SMS dan BBM, nahasiswa-mahasiswi berani bicara ala peer group, menganggap bahwa yang dikirimi pesan itu adalah teman sebaya. “Apa Anda ke kampus hari ini?”. Tak masuk akal memang dengan tenggeran SMS mahasiswa atau mahasiswi semacam ini. Mereka telah berubah dalam gaya komunikasi, kian elegan, egaliter. Dan kitalah yang harus berubah bahwa itu sudah tanda-tanda alam, gejala-gejala sosial yang wajib dimahfumi.

Baca juga :  Kaleidoskop

Tak perlu lagi para dosen itu, merawat gaya komunikasi lama yang bertutur sopan, merendahkan diri sang pengirim pesan. Terimalah sebagai bentuk kemajuan komunikasi dan wajib disikapi dengan cara edukatif. Pulalah, jangan ngaku sebagai dosen, jika bersujud kepada kelatahan, berkiblat kepada angkara dan menyembah kemarahan atas soal sepele ini^^^

4.2/5 - (4 votes)

Respon (6)

  1. Belajar menerima seperti adanya, ya beginilah yang harus terjadi, daripada sewot sendiri

  2. kirain di-sms si abang oleh mahasiswa “loe ke kampus ngga hari ini?” hihi.. 😀

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *